Mengeja Indonesia

Alienasi Buruh Bentuk Perjuangan Pembebasan atas Kapitalisme5 min read

Sifat manusia sulit dipahami. Manusia adalah makhluk yang sangat kompleks. Untuk mendefinisikan sifat seseorang, tidaklah cukup untuk menemukan jawaban yang memuaskan tanpa kontradiksi sepanjang sejarah manusia. Seperti yang dikatakan Aristoteles, kita tidak dapat menjawab dengan sangat jelas dan tanpa pertanyaan bahwa manusia adalah “orang yang rasional”.

Fakta bahwa manusia bisa berpikir rasional memang tidak bisa dipungkiri, namun fenomena kehidupan manusia juga menunjukkan irasionalitas dalam kehidupan sehari-hari. Puisi, cerpen, dan mitos menjadi bukti bahwa manusia bukan sekadar makhluk rasional. Sepanjang sejarah pemikiran, filsuf modern telah mencoba untuk menggambarkan manusia secara masuk akal dengan narasi universal yang luas, tetapi tidak pernah menemukan jawaban yang benar-benar lengkap.

Marx sering menjadi salah satu filsuf yang dipertanyakan dalam konsep manusia. Keraguan tersebut muncul dari ekses pandangan ideologi yang muncul sebagai turunan dari pemikiran Marx. Gerakan komunis yang condong ke komunisme seringkali tidak segan-segan melakukan pembersihan (manusia), karena upaya pembebasan (manusia) justru menghadirkan kontradiksi dengan manusia. Membahas masalah manusia dari perspektif Marx akan menjadi kontradiksi.

Kenyataan bahwa negara-negara berhalauan Marxist justru seringkali menjadi negara-negara yang represif, siap menerjang semua negara yang menentang ideologinya, Fakta ini membuat Marxisme setara dengan pandangan totaliter yang tidak mengakui manusia. Di Indonesia, ketakutan akan komunisme membuat teori Marx ditolak bahkan dianggap sebagai ideologi-ideologi jahat, sehingga sepenuhnya meniadakan pemikiran Marx. Jika demikian, dapatkah kita menyamakan Marxisme dengan kejahatan? Dalam pandangan Marx, apakah masih ada kemanusiaan?

Marx dan Marxisme sering dianggap sebagai gerakan jahat yang mengancam keamanan manusia. Padahal, jika ditelisik lebih jauh, titik awal pemikiran Marx bersumber dari isu kemanusiaan. Marx meletakkan dasar kemanusiaannya dengan cara yang sangat unik. Karl Marx tidak menjelaskan apa itu kemanusiaan (universalitas), tetapi ia mengungkapkan fenomena kemunduran manusia melalui konsep alienasi kerja. Pergumulan Karl Marx dengan ide mengenai alienasi pada waktu berada. Prancis menjadi tempat Karl Marx bergumul dengan ide alienasi. Marx mengemukakan konsep alienasi ketika dia bertemu dengan ide-ide Engels, yang membahas penderitaan pekerja Eropa. Konsep alienasi merupakan dasar dari teori perjuangan kelas.

Baca Juga:  Merajut Partisipasi Pengawasan Pemilu

Pemahaman tentang penindasan manusia yang ditunjukkan melalui alienasi telah menghasilkan teori dengan tujuan praktis. Kesadaran akan situasi yang menindas ini diharapkan akan mendorong perubahan dalam sistem politik dan ekonomi. Pekerjaan alienasi para pekerja. Nyatanya, pekerja justru teralienasi dari hasil produksinya di tempat kerja. Ketika seorang pekerja meninggalkan produksinya sendiri, dia juga akan terlibat dalam pekerjaan luar, dan itu tidak memenuhi tujuan hidupnya.

Selain itu, kondisi kerja memisahkan manusia dari manusia, karena bekerja bukan lagi merupakan ekspresi diri yang otonom, tetapi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup (hewan). Kondisi kerja asing memisahkan pekerja dari dunia sosial. Pekerja lainnya adalah orang asing, dan posisi mereka berlawanan dengan pekerja yang terasing. Kerja juga membuat orang teralienasi dari dirinya sendiri, karena tubuh tidak melakukan sesuatu yang sesuai dengan pikiran.

Alenasi Pekerja

Ide awal Marx adalah mencoba membebaskan umat manusia. Mendapatkan kebebasan manusia melalui pekerjaan sebagai perwujudan diri manusia. Seseorang harus menyingkirkan keterasingan dari pekerjaan. Ini kurang lebih merupakan proposisi awal perjuangan Karl Marx untuk membebaskan masyarakat dari batasan alienasi yang disebabkan oleh kapitalisme. Selain itu, Marx berkonsentrasi pada penyediaan dasar ilmiah untuk kemungkinan mendirikan masyarakat sosialis (masyarakat tanpa kelas).

Gerakan yang diprakarsai oleh Marx ini menjadi gerakan revolusioner. Dalam gerakan Marxis, ada juga revolusi ideologis tentang manusia. Ini akan menjadi pertama kalinya dalam sejarah manusia untuk menghormati kelas pekerja. Sebelumnya, kemuliaan selalu diberikan kepada tokoh-tokoh yang berjubah, bermahkota, dan tinggal di rumah-rumah megah, istana, dan dihiasi dengan perhiasan selalu dianugerahi kehormatan ini, sementara Marx memberi kemuliaan untuk orang-orang dengan pakaian kotor, berdebu, tangan kasar dan keringat di tubuhnya. Itulah ilustrasi yang diberikan oleh Karl Marx dalam buku The Communist Manifesto. Kemenangan umat manusia bukanlah hasil dari pahlawan dan raja yang kuat, tetapi hasil dari para pekerja. Karenanya, hadiah tertinggi harus diberikan kepada pekerja.

Praktik-praktik yang dianjurkan oleh Marx tidak biasa di kalangan akademisi dan gerakan sosial. Dalam sejarah ilmu-ilmu sosial, Marx memulai gerakan untuk menghubungkan teori dengan praktek. Teori tidak hanya untuk kepuasan akademis, tetapi harus diarahkan untuk kepentingan masyarakat. Tujuan ilmiah dari kerangka Marxian menunjukkan prasangka berdasarkan bukti ilmiah, yakni penindasan daripada kebebasan. Di sini Marx mengembangkan metode yang dapat mengekspos ketidakadilan sosial melalui perhitungan yang sangat cermat dan komprehensif. Dalam pergerakan sosial, Marx menyadari pentingnya analisis yang mendalam dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga:  Kritik Marx Terhadap Sistem Ekonomi Kapitalis

Meskipun banyak orang percaya bahwa pernyataan Marx tidak terbukti, kita dapat melihat bagaimana seluruh dunia dipengaruhi oleh Marx dan dipaksa untuk berubah. Sejak Marx mengedepankan gagasan komunisme, kapitalisme yang mengaku menang harus mengalami penyesuaian yang luar biasa. Kondisi kerja di Eropa jauh lebih baik, dan pemilik modal yang tunduk pada pengawasan dan perpajakan yang ketat menunjukkan bahwa teori Marx paling tidak memiliki daya dobrak yang luar biasa. Di Eropa, kapitalisme harus beradaptasi dan menggunakan teori Marx untuk berkompromi dengan pekerja dan mengurangi potensi revolusionernya.

Apakah argumen Marx tentang pekerjaan, alienasi, dan eksploitasi sepenuhnya salah? Agaknya pernyataan bahwa tesis Marx keliru sepenuhnya juga masih patut untuk dipertanyakan. Hari ini, dominasi kapitalisme berlanjut. Dulu, kapitalisme hanya terjadi di Eropa, namun sekarang kapitalisme menguasai seluruh belahan dunia dan mengatur secara penuh hubungan produksi (bahkan konsumsi). Kapitalisme sebenarnya muncul dalam bentuk yang semakin kompleks dan semakin komprehensif dalam mengendalikan semua aspek kehidupan manusia. Ketimpangan sosial semakin tinggi. Di Eropa, pekerja jarang ditindas dan menderita, namun telah bergeser posisinya ke liberalisasi ekonomi dunia ketiga dan menjadi lahan subur bagi kapitalisme.

Kerangka alienasi Marx juga dapat diperluas konteksnya. Alienasi tidak hanya ada dalam pekerjaan, tetapi setiap hubungan sosial sebenarnya berpotensi menghasilkan alienasi. Bentuk penindasan manusia tidak hanya terjadi di alam fisik. Fenomena penindasan merupakan fenomena yang perlu dikaji dan ditemukan lebih lanjut dalam model alienasi. Analisis Marx tentang suprastruktur bukanlah penyangkalan, tetapi dapat memperluas wacana tentang alienasi. Investigasi Marx tentang alienasi kerja adalah langkah pertama dalam investigasi lebih lanjut.

2 comments

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.