Mengeja Indonesia

Pandangan Marx tentang Kapitalisme, Revolusi Proletariat, dan Sosialisme2 min read

Marx merumuskan hukum ini tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman kita tentang masyarakat, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih langsung: sebagai dasar klaimnya bahwa kapitalisme niscaya akan digulingkan oleh revolusi proletar (revolusi yang akan menghasilkan sosialisme). Oleh karena itu, setelah membahas pandangan umum Marx tentang perkembangan sosial.

Dalam karya-karya Marx, masalah kekuasaan kapitalis yang menyebabkan revolusi sosialis dibahas dari dua perspektif: pertama dari perspektif filsafat dan sosiologi, dan yang kedua dari perspektif ekonomi. Kedua argumen ini independen dan dikemukakan oleh Marx pada waktu yang berbeda. Dari sudut pandang logis, analisis ekonomi membentuk dasar prediksi sosiologis dan argumen filosofis.

Menurut materialisme sejarah, penggerak pembangunan sosial adalah ketegangan di bidang ekonomi, tepatnya ketegangan dalam hubungan produksi, yaitu kontradiksi antara kepentingan kelas bawah dan kelas atas, dan ketegangan itu sendiri disebabkan oleh alat-alat produksi. Ditentukan oleh perkembangan negara. Di satu sisi, metode kerja, keterampilan pekerja, dan teknologi terus meningkat.

Namun, di sisi lain, kelas atas tetap mencegah adanya perubahan struktur kekuasaan. Karena ketegangan ini, wabah revolusioner akhir tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, analisis sosiologis atas dinamika kontradiksi antara proletariat dan kapitalis memerlukan analisis ekonomi terhadap dinamika internal sistem produksi kapitalis.

Faktanya, sudut pandang sosiologis dan filosofis Marx mendahului analisis faktor ekonomi. Sejak menulis manuskrip Paris pada tahun 1844, Marx menyatakan bahwa dia dapat mengkonfirmasi secara ilmiah bahwa kapitalisme harus dihancurkan dan bahwa sosialisme adalah produk perkembangan sejarah yang tak terhindarkan.

Namun, memang benar bahwa pembuktian hanya dapat diberikan melalui analisis ekonomi kapitalisme. Oleh karena itu, sejak Paris, Marx telah mempelajari makroekonomi lebih dalam (ilmu pada saat itu disebut “Ekonomi Politik”). Sejak 1849, di London, Marx hampir mengkhususkan diri dalam penelitian dan analisis ekonomi.

Seperti kita ketahui bersama, hasil penelitian ini adalah tiga jilid “Das Kapital” yang dianggap Marxisme sebagai karya dasarnya. Dalam karya-karya ini, Marx berbicara sebagai seorang ekonom: dia mencoba menunjukkan bahwa cara produksi kapitalis pasti akan mengarah pada keruntuhan kapitalisme. Oleh karena itu, analisis ekonomi kapitalisme menjadi dasar dari pandangan Marx tentang perlunya melaksanakan revolusi sosialis dan mendirikan masyarakat komunis tanpa kelas.

Baca Juga:  Albert Camus: Eksistensialisme dan Absurditas (Kisah Sisyphus dan Prometheus)

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.