Mengeja Indonesia

Mantan Flat Earther Cetus Bumi Berbentuk Donat4 min read

Planet biru yang disebut Bumi merupakan Planet kehidupan yang sangat istimewa dibanding planet lainnya. Kesempurnaan suhu sehingga terjadinya keseimbangan kehidupan dan nyaman bagi makhluk untuk hidup. Bumi menjadi planet urutan ketiga paling dekat dengan matahari dan menjadi satu-satunnya planet yang kita ketahui  memiliki kehidupan.

Namun terlepas dari kesempurnaan dan keajaiban dari Bumi ini ternyata memiliki banyak  kontroversi bentuknya. Dimulai dari bentuk Bumi  bulat, oval dan paling menggegerkan publik yang  sangat mempertahankann temuannya yaitu teori Bumi berbentuk datar (Flat Earth Society) yang juga dikenal sebagai Interational Flat Earth Society. Penganut Bumi datar menyatakan teori konspirasi yang paling masuk akal yaitu cakram Byson bahwa Bumi berbentuk cakram dengan Kutub Utara sebagai pusatnya sedangkan Kutub Selatan merupakan dinding es di pinggiran Bumi. Luas lautan hanya sampai Antartika dan Bumi dikelilinig oleh tembok es Antartika.

 Sebuah organisasi yang percaya bahwa Bumi berbentuk datar, bertentangan dengan fakta-fakta ilmiah. Organisasi ini didirikan oleh seorang pria asal Inggris, Samuel Shenton pada tahun 1956 yang kemudian dipimpin oleh Charles K. Johnson. Organisasi ini tidak lagi aktif semenjak kematian Johnson pada tahun 2001, namun pada tahun 2010 Oranisasi Flat Earth Society dimunculkan kembali oleh presiden barunya yaitu Daniel Shenton.

Mengutip dari the Guardian.com Daniel Shenton melakukan  beberapa eksperimen untuk membuktikan Bumi itu datar atau  bulat. Shenton melakukan perjalanan ke perairan lurus sepanjang enam mil di sepanjang Sungai  Old Bedford di Norfolk, tempat yang terkenal dan banyak dijadikan untuk membuktikan Bumi datar. Menurutnya saat menelusuri Sungai sepanjang enam Mil itu seharusnya ada kelengkungan jika memang Bumi itu berbentuk bulat, tetapi menurutnya ia tidak melihat hal tersebut pada saat melakukukan eksperimen.

Shenton ini duluya menerima pandangan bahwa Bumi itu berbentuk Bulat, tetapi mulai mengajukan pertanyaan setelah mendengar album 1948 musisi Thomas Dolby The Flat Earth. Sejak tahun 1990-an Shenton mulai melakukan penelitian tentang Bumi Datar. Dan setelah melakukan penelitian lebih lanjut akhirnya ia mempercayai Bumi berbentuk datar.

Tak berhenti disitu, setelah teori konspirasi Bumi Datar ini  panas di sosial media, muncul lagi teori yang mengatakan bahwa Bumi berbentuk seperti Donat. Teori konspirasi ini dicetuskan oleh orang yang awalnya penganut Bumi datar di sebuah forum diskusi Flat Earth Society. Mengutip dari Astronomy.com, sejumlah ahli menawarkan teori baru tentang obyek-obyek luar angkasa yang mereka sebut sebagai Synestia. Adanya benturan keras dari benda-benda langit di luar angkasa ke badan planet, sehingga membuat Bumi seperti berbentuk Donat (torus). Namun bentuk Bumi donat ini tidak akan bertahan lebih dari 100 tahun, karena nantinya akan kembali menjadi bulat seperti yang kita kenal selama ini.

Pria bernama Veraug pada tahun 2012 menjelaskan bahwa lubang ini tidak keliatan oleh mata kita karena tertutupi oleh cahaya melengkung yang mengikuti donat. Veraug memberikan analogi donat berselai terhadap gravitasi yakni gravitasi itu seperti halnya selai yang menempel di atas  donat.

Ketika ditanya mengenai proses terjadinya siang dan malam pada lubang donat, Veraug menjawab dengan perumpamaan eksperimen. Caranya yaitu dengan meletakkan obor horizontal di atas meja dan menyalakannya. Kemudian letakkan donat  di sisi  obor dengan lubang donat tegak lurus dengan obor. Sisi yang diterangi obor  ialah siang hari. Kemudian ketika donat berputar setengah jalan (pada saat Matahari mengelilingi Bumi) berarti ia telah mengalami perputaran 12 jam.

Mendengar teori Bumi berbentuk donat ini, seorang Astrofisikawan Dr. Tabetha Boyajian mengatakan bahwa Bumi donat tidak bisa memiliki siang dan malam sebagaimana Bumi bulat yang kita yakini saat ini yang memiliki rotasi waktu 24 jam dalam 1 hari. Jika memang benar Bumi berbentuk doat, maka sinar matahari terhadap Bumi akan lebih tidak merata dibandingkan saat ini. Sehingga musim di dunia akan sangat bervariasi. Anginnya sangat kencang, cuaca sanat ekstrem yang akan menyebabkan kehidupan di Bumi sangat sulit.

Sementara secara astronomi bentuk Bumi bulat seperti yang banyak diyakini oleh masyarakat atau teori yang paling masyhur sudah sangat sempurna. Letaknya sudah diatur sedemikian rupa sehingga sudah sangat pas jika dilihat dari berbagai sisi. Posisi ini sangat ideal terhadap suhu. Namun panasnya juga harus tersebar keseluruh permukan Bumi demi keseimbangan kehidupan.

Karena itulah sumbu Bumi itu dimiringkan dari matahari, agar panasnya dapat terpapar dengan sempurna dan terhindar dari panas matahari yang berlebihan  terutama bagi daerah kutub dan khatulistiwa. Karena jika kemiringan ini tidak ada maka daerah bagian kutub akan terpapar sinar matahari dan es disana akan mencair yang akan berpotensi menyebabkan kebanjiran didunia karena bongkahan-bongkan es dengan ketebalannya itu mencair oleh paparan sinar matahari yang berlebihan.

Profesor dari Oxford Anders Sandberg mempelajari lebih lanjut tentang bentuk Bumi donat ini. Dilansir dari Tribuntravel.com bahwa Anders Sandberg mengatakan bahwa  akan ada banyak perbedaan yang terjadi, gravitasi akan lebih lemah pada bagian luar dan dalam garis ekuator, dan lebih kuat pada bagian dekat Kutub. Kemudian peluncuran roket lebih mudah di titik-titik tertentu, wilayah di sekitar lubang akan mengalami musim ganda (musim dingin dua kali setahun), awan berada tiga kali lebi tinggi dan anginnya akan lebih kencang.

Namun sampai saat ini teori  Bumi  donat ini masih dianggap sebagai lelucon dan wacana politik semata. Teori ini tidak dapat dikatakan ilmiah mulai dari dasar pencetusannya. Bahkan masih banyak pertanyaan yang tidak bisa dijelaskan terhadap bentuk Bumi donat ini.

Bagaimana pendapat anda terhadap teori Konspirasi kali ini?

Sumber Gambar: https://www.vice.com/

Novi Arisafitri

Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Fakultas Syariah dan Hukum Prodi Ilmu Falak

Add comment

Highlight option

Turn on the "highlight" option for any widget, to get an alternative styling like this. You can change the colors for highlighted widgets in the theme options. See more examples below.

Flag Counter