Kita Terlalu Malu Mengakui Bahwa Kita Adalah Bangsa yang Besar

Kata-kata tersebut agaknya tepat untuk menggambarkan kondisi bangsa Indonesia saat ini, meskipun pada kenyatanya bangsa Indonesia masih saja tergantung kepada bangsa lain. Banyak rakyat Indonesia yang memandang sebelah mata negerinya sendiri tempat mereka dilahirkan. Kita masih saja stagnan, tetap saja menjadi negara berkembang.

Menurut Budayawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun mengatakan bahwa manusia Indonesia memiliki banyak potensi keunggulan, walaupun mungkin potensi itu kurang didukung oleh budaya dan struktur sosial yang melingkupi mereka.

Kebanyakan dari kita terlalu memandang negatif kepada bangsa ini, kita hanya memandang bangsa ini dari satu sudut pandang saja sehingga menutup mata dan hati kita bahwa ada banyak hal-hal positif yang dimiliki oleh bangsa ini, seperti misalnya kita selalu langganan juara olmpiade sains., memiliki bakat seni yang bagus, memiliki semangat serta tekun dan gigih.

Kita juga pasti sependapat bahwa kita memiliki tanah yang subur berbagai bahan mineral terkandung di dalamnya. Berabad-abad yang lalu bangsa barat berusaha untuk menguasai perdagangan rempah-rempah. Kita pasti sering mendengar lagu “Bukan lautan hanya kolam susu, kain dan jala cukup menghidupimu…tongkat dan kayu menjadi tanaman” itulah bagaimana gambaran kondisi alam Indonesia. Gunung dan lautan terhampar di bumi pertiwi, kita tak perlu repot repot harus ke negara lain untuk mendaki gunung atau berenang di laut. Buah-buahan pun berbagai macam jenisnya dapat ditemukan di tanah surga ini.

Rakyat kita pun semuanya kaya, bagaimana tidak Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, para menteri dan para pejabat negara mereka digaji oleh rakyat, betapa dermawannya rakyat Indonesia. ya meskipun banyak juga para pejabat-pejabat yang korupsi, menggerogoti duit rakyat, begitu juga dengan dewan perwakilan rakyat yang kadang-kadang keblinger atau bahkan selalu keblinger, kebijakan mereka menimbulkan kontroversi.

Bangsa kita adalah bangsa yang ramah tamah, dulu pedagang eropa saat pertama kali datang ke Nusantara mereka disambut dengan tangan terbuka, meskipun pada akhirnya mereka malah menjajah negeri kita, memonopoli perdagangan bahkan memperbudak rakyat. Benar-benar tdak tahu berterima kasih.

Baca Juga:  Refleksi Milad 59 IPM

Selain itu bangsa kita juga dikenal sebagai bangsa pemberani, menguasai jalur-jalur pelayaran, bahkan Raden Wijaya berhasil mengalahkan pasukan mongol yang terkenal kuat dan berpengalaman, pasukan mongol adalah pasukan yang paling ditakuti pada masanya, Dinasti Abbasiyah pun berhasil diruntuhkan oleh pasukan mongol. Dalam perang mempertahankan kemerdekaan pun kita, bangsa Indonesia dikenal sebagai pasukan berani mati. Sekutu dalam hal ini Inggris pun berani ditantang, meskipun rakyat Indonesia hanya bersenjatakan senjata tradisional seperti bambu runcing dan senjata rampasan dari Jepang melawan senjata modern Inggris sekaligus pemenang perang dunia ke dua, tidak diragukan lagi Keberanian bangsa Indonesia.

Dalam bidang olahrga pun tidak diragukan lagi kehebatan kita, baik itu sepak bola, bulu tangkis, dan masih banyak lagi. Banyak lahir atlet-atlet yang berprestasi yang mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Ketika kita menjadi tuan rumah Asian Games 2018, kita berhasil memukau dunia Internasional dengan Opening Ceremoni nya.

Dalam bidang teknologi pun bangsa kita dulu jauh lebih unggul, ya meskipun sekarang kita ketinggalan. Tapi setidaknya ada sesuatu yang bisa kita banggakan. Seperti yang kita ketahui bersama di Indonesia sendiri banyak ditemukan berupa candi-candi seperti candi Borobudur, candi Prambanan, candi Mendut, dan masih banyak lagi. Dan lihatlah bagimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut yang tangguh. Hal ini menandakan bahwa bangsa kita dulu memiliki peradaban yang tinggi dan maju,

Dari segi pendidikan pun, bangsa Indonesia melahirkan banyak sarjana-sarjana baik itu lulusan dalam negeri maupun luar negeri, kita juga banyak melahirkan tokoh-tokoh intelektualitas seperti Gus Dur, Cak Nun, Cak Nur, Buya Syafi’i Ma’arif, Sujiwo Tejo dan masih banyak lagi.

Dan masih banyak lagi sisi positif yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, hendaknya kita bukan hanya sekedar bangga, tetapi harus bisa menunjukan bahwa kita adalah bangsa yang besar, bangsa yang kuat, dan bangsa yang berperadaban. Oleh karena itu kita sebagai bangsa Indonesia harus optimis bukan pesimis terhadap bangsa ini, lihatlah bagaimana kejayaan Majapahit dengan sumpah palapanya oleh Gajah Mada yang berhasil menyatukan Nusantara, lihatlah bagaimana para pahlawan-pahlawan negeri ini rela mengorbankan harta bahkan nyawa demi ibu pertiwi, bahkan dari mereka banyak yang namanya tidak dikenal.

Baca Juga:  Elektabilitas Palsu akibat Sesat Pikir Metodologis

Lihatlah betapa kayanya ragam budaya yang ada di Nusantara ini, berbagai tarian, alat musik, makanan tradisional, dan lain-lain. Berbagai macam ras, suku, budaya, dan agama dapat bersatu dalam Bhineka Tunggal Ika. Meskipun tantangan dan rintangan untuk menjaga kesatuan NKRI sangatlah besar, baik itu tantangan dari dalam maupun dari luar. Tapi kita harus tetap bersatu demi keutuhan NKRI. Lihatlah itu sebagai pembelajaran supaya kita bisa menjadi bangsa yang besar dan maju, dan jangan sekali-kali kita malu sebagai bangsa Indonesia. Kita harus tunjukan kepada dunia bahwa kita adalah bangsa yang berperadaban dan bermoral.

Malik lahir pada tanggal 14 Desember 2001 di Tegal, Jawa Tengah, hobi membaca, menulis, berpetualang, menggombal, pintar dalam segala hal namun kurang pintar dalam soal percintaan
Posts created 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas