Mengeja Indonesia

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Desa Wisata Ledok Sambi7 min read

Pada umumnya negara yang sedang berkembang memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak dan hal ini juga berlaku di Indonesia, karena realitannya Indonesia mengalami pertumbuhan penduduk yang tinggi, pendapatan per kapita rendah, penguasaan teknologi masih rendah dan tingkah pengagguran tinggi. Maka dari itu, perlu adanya peningkatan mutu modal insani yang perlu dikembangkan, jika negara ingin melihat pembangunan yang sedang diupayakan agar berhasil mencapai tujuannya.

Karena secara eksplisit sering disinggung bahwa penduduk merupakan komponen utama dari suatu pembangunan. Selain itu, realita saat ini persoalan pokok yang dihadapi Indonesia adalah bidang ketenagakerjaan, karena kelebihan sumber daya manusia serta minimnya kesempatan kerja yang tercipta pada setiap sektor, yang akan berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran. Sehingga terjadi kasus pengangguran yang tinggi. Oleh karena itu, usaha untuk pengembangan sumber daya manusia merupakan hal penting yang perlu dilakukan dengan cara pemberdayaan masyarakat yang kemudian akan berdampak turunnya jumlah pengangguran.

Negara Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai potensi alam yang beraneka ragam, seperti  potensi sumber daya alam yang melimpah meliputi; lautan, minyak bumi, hutan batu bara dan masih banyak lagi. Potensi-potensi tersebut tentu bisa dikembangkan agar dapat membawa dampak positif bagi industri pariwisata.

Kemudian, tidak dapat dipungkiri bahwa negara Indonesia memiliki tiga puluh empat provinsi dan memiliki segudang peninggalan seni maupun budaya yang memiliki keindahan dan daya tarik masing-masing di setiap provinsi, serta pesona keindahan ini tidak dapat ditemukan di negara lain. Sehingga banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menikmati pesona keindahan alam, seni maupun budaya yang dimiliki oleh negara Indonesia dan hal ini merupakan modal kekayaan yang dimiliki Indonesia.

Salah satu provinsi di Indonesia yang mempunyai segudang keanekaragaman alam, seni maupun budaya yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta. Provinsi ini secara administratif memiliki empat kabupaten dan satu kota,  yakni Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, dan Kota Yogyakarta (Kotamadya) yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Selain itu terdapat ribuan wisatawan yang mengunjungi berbagai obyek wisata yang dimiliki oleh provinsi ini, antara lain Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan, Pantai Parangtritis, Gembiraloka dan berbagai obyek wisata lain yang menarik dan mempesona yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menariknya bahwa pengembangan destinasi wisata yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta ini tidak hanya di titik beratkan pada obyek wisata yang telah dikenal masyarakat luas saja. Namun, di provinsi ini ada berbagai alternatif andalan lainnya yang mulai dikembangkan, salah satunya yaitu pengembangan Desa Wisata dengan potensi alam, seni maupun budayanya. Pada dasarnya Desa Wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta lebih bergerak pada bidang studi pengembangan budaya ataupun pariwisata yang berbasis potensi lokal dan menjadi objek daya tarik wisatawan.

Salah satu daerah yang menjadi objek destinasi dari desa wisata yaitu Kabupaten Sleman, karena daerah ini memiliki keindahan alam yang mempesona dan mulai mengenalkan Desa Wisata kepada para wisatawan. Karena pengembangan Desa Wisata merupakan salah satu sektor andalan dalam pembangunan, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah yang digunakan untuk menyongsong otonomi daerah.

Bersumber dari Arsip Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, bahwa tercatat 37 Desa Wisata yang dikelola sendiri oleh masyarakat desa setempat ataupun bekerjasama dengan perusahaan swasta, dan menawarkan berbagai macam potensi alam yang dimiliki, antara lain seperti air terjun, sungai, pemandangan bentangan sawah yang masih sejuk dan permai, kemudian peninggalan budaya dari para leluhur, hingga bangunan bersejarah yang usianya telah mencapai ratusan tahun dan masih terawat dengan baik bahkan memiliki payung hukum perlindungan oleh pemerintah. Pada saat ini, pariwisata berbasis masyarakat berlaku sebagai sebuah pendekatan pemberdayaan yang melibatkan dan bisa dikatakan meletakkan masyarakat sebagai komponen utama dan berguna untuk mengimbangi peran pelaku usaha pariwisata skala besar dan menggerakan ekonomi kehidupan masyarakat pedesaan.

Desa Wisata merupakan sebuah desa yang mandiri dengan potensi-potensi yang dimilikinya dan sebagai daya tarik wisatawan, serta sebagai pariwisata berbasis masyarakat yang seringkali sebagai sebuah pendekatan pemberdayaan yang meletakkan dan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam konteks pembangunan ekonomi masyarakat yang berpeluang untuk menggerakkan segenap potensi, dinamika masyarakat, dan berguna untuk mengimbangi peran pelaku usaha pariwisata skala besar.

Dari beberapa ulasan tersebut, bahwa masyarakat atau warga setempat memegang peranan penting dalam pengambilan keputusan yang dapat memengaruhi dan memberi manfaat atau memiliki tujuan terhadap kehidupan dan lingkungan mereka. Desa wisata yang terdapat di Kabupaten Sleman, menjadi salah satu daya tarik tersendiri dan menjadi destinasi wisata alternatif tujuan wisata yang menarik dan sayang untuk dilewatkan oleh para wisatawan. Para pengunjung dapat menikmati kenyamanan dan kesegaran yang terpancar dari pemandangan alamnya yang indah dan masih alami di Desa Wisata tersebut salah satunya adalah Desa Wisata Ledok Sambi.

Desa Wisata Ledok Sambi merupakan desa wisata yang berada di Desa Sambi, Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, Desa Wisata Ledok Sambi merupakan tempat wisata tersembunyi di Yogyakarta, yang mulai diketahui masyarakat luas dan menjadi tujuan objek wisata masyarakat lokal maupun mancanegara, Desa Wisata Ledok Sambi merupakan bentuk pengembangan dari Desa Sambi yang bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan Desa Wisata Ledok Sambi dan desa ini kemudian dikembangkan lebih luas dengan memanfaatkan area ledok sebagai wahana baru kegiatan outbound. Sisi lainnya, hal tersebut juga menjadi langkah untuk menunjang perekonomian masyarakat desa itu sendiri.

Pemandangan yang mempesona dapat dinikmati di Desa Wisata Ledok sambi yang dikelilingi oleh sawah dan bentang alam yang indah serta berlatar Gunung Merapi. Desa Wisata Sambi merupakan desa yang masih alami asli Yogayakarta dan terletak terletak di Jalan Kaliurang Km 19,2 Padukuhan Sambi, desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Wisata Ledok Sambi memiliki beragam potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara karena peosna alamnya yang menajubkan. Desa Wisata Ledok Sambi beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Kemudian, yang menariknya lagi Desa Wisata ini tidak menarik tarif tiket masuk, melainkan sukarela yang bisa pengunjung isi di kotak yang sudah disediakan.

Beragam potensi wisata yang menarik membuat nama Desa Wisat Ledok Sambi menjadi populer, karena Desa Wisata Ledok Sambi menghadirkan panorama alam yang sangat indah dan mempesona untuk dinikmati. Sehingga, dapat memberikan kesan kenyamanan, ketentraman hati dan kesegaran yang tercipta dari panorama alam seperti pepohonan yang rindang, pesawahan dan keindahan Gunung Merapi yang cukup dekat, serta terkenal dengan kejernihan airnya, juga rumah-rumah adat seperti joglo, simon, limasan, dengan halaman yang cukup luas, kemudian bisa menjadi media bermain sambil menikmati sejuknya udara segar, serta suasana desa alami asli Jogja. Wisata Desa Ledok Sambi bisa menjadi rekomendasi tempat liburan di Yogyakarta, karena pesona alam yang indah seperti, sawah yang membentang hijau yang dikelilingi gunung Merapi, sungai yang penuh bebatuan, dan padang rumput luas yang seringkali menjadi area bermain outbond.

Desa Wisata Ledok Sambi mempunyai sejarah awal mula terbentuknya yaitu berawal dari kunjungan Ibu Suliyantoro, yang terkenal sebagai budayawan dan sekaligus pemilik Lembaga Swadaya Masyarakat.  Beliau melihat banyak potensi sumber daya alam yang indah dan budayanya yang masih kental, serta sumber daya manusia di Desa Sambi yang belum sepenuhnya tergali secara maksimal. Kemudian bersama Lembaga Sosial masyarakat yang dipimpinnya, Ibu Suliyantoro mengajak masyarakat setempat untuk membangun Desa Sambi menjadi sebuah tujuan wisata alam di Yogyakarta khususnya di kabupaten Sleman atau yang sering disebut dengan Desa Wisata. Latar belakang pembentukan Desa Wisata Ledok Sambi sebenarnya karena beliau melihat kurangnya ketrampilan masyarakat setempat dalam mendukung kegiatan pariwisata, kesadaran masyarakat akan Desa Wisata, kemampuan pengelolaan wisata yang rendah dan kurangnya kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dapat menghasilkan nilai ekonomi.

Agar terlaksananya program pemberdayaan tersebut Ibu Suliyantoro membentuk kepengurusan yang berasal dari perangkat setempat Desa Sambi, yang berguna untuk mendukung program Desa Wisata Ledok Sambi. Selain itu, berbagai pelatihan diadakan untuk pemberdayaan masyarakat Desa Sambi, seperti pelatihan ketrampilan, pelatihan pengelolaan Desa Wisata, penyuluhan sadar wisata terutama akan potensi wisata setempat dan  pelatihan seni dan budaya. Selain terciptanya program pemberdayaan masyarakat, Ibu Suliyantoro bersama Lembaga Swadaya Masyarakat miliknya juga memberikan pendampingan pengelolaan Desa Wisata dan bantuan dana.

Potensi yang dimiliki Desa Sambi kemudian dijadikan produk wisata oleh pengelola Desa Wisata Ledok Sambi ialah wisata alam seperti, pemandangan gunung Merapi, sungai Kuning penuh bebatuan, alam persawahan yang masih asri, wisata kebun buah naga, wisata seni dan budaya serta wisata lava tour.  selain itu, terdapat juga wisata outbound seperti, tanam dan petik padi, camping dan gathering, permainan kognitif dan afektif, bajak sawah, tangkap ikan, dan Perah susu sapi. Setelah masyarakat yang menjadi pengelola Desa Wisata Ledok Sambi  banyak mengikuti program dan sosialisasi mengenai pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan Desa Wisata serta mengalami peningkatan keterampilan dan pengetahuan, serta pengelolaan Desa Wisata Ledok Sambi resmi diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat Desa Sambi pada tahun 2004.

Adapun program pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan Desa Wisata Ledok Sambi yang terlaksana oleh pengelola Desa Wisata Sambi yang pertama, penyuluhan sadar wisata dimana dalam pelaksanaan program ini secara menyeluruh dalam proses melibatkan dari partisipasi pengelola atau masyarakat setempat Desa Wisata Ledok Sambi.

Program tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang manfaat dari pembangunan pariwisata khususnya Desa Wisata, memberikan pemahaman mengenai peran dan posisi masyarakat dalam pembangunan Desa Wisata, dan paling penting memberikan pengertian akan sadar wisata serta sapta pesona yang bertujuan untuk menumbuhkan kemampuan dalam penerapan sapta pesona (Keamanan, Keindahan, Kebersihan, Kesejukan, Keramah-tamahan, Ketertiban dan Kenangan.

 76 total views,  6 views today

Setiya Eka Puspitasari

Add comment

Highlight option

Turn on the "highlight" option for any widget, to get an alternative styling like this. You can change the colors for highlighted widgets in the theme options. See more examples below.

Flag Counter