Mengeja Indonesia

Referensi Pemikiran neo-Marxis dan Teori Kritis György Lukács4 min read

György Lukács (George Lukács) lahir 13 April 1885 di Budapest, Hongaria, sebagai keturunan Yahudi. Ia meninggal pada 4 Juni 1971. Lukács belajar hukum dan filsafat di Universitas Budapest dan Universitas Berlin. Ia meraih gelar doktor dalam bidang hukum di Universitas Budapest (1906) dan kemudian gelar doktor di bidang filsafat (1909).

la membangun kariernya sebagai praktisi politik dan mendukung kariernya itu dengan mengembangkan pemikiran kritis di bidang sastra dan Marxisme. Pengaruhnya secara luas dikenal dalam bidang sastra sebagai pembaru sastra modern; dalam bidang filsafat, ia dikenal sebagai peletak dasar Marxisme Barat.

Secara singkat, Lukács kritikus paling pedas tentang kapitalisme yang menentukan sastra dan realitas sosial berdasarkan kesadaran palsu (false consciousness). Kesadaran sejati bahwa kenyataan bersifat sosial, menurut Lukács, harus dikembalikan kepada manusia melalui penyadaran kelas yang dapat dicapai dengan kritik sastra dan kritik filsafat Marxis atas kesadaran palsu yang dibungkus oleh kapitalisme yang menyatakan bahwa kenyataan bersifat subjektif.

Perkembangan intelektual Lukács diraihnya melalui perkenalan yang luas baik secara langsung maupun tidak langsung dengan tokoh-tokoh di berbagai bidang: (1) sastra, seperti George Sorel, Henrik Ibsen, August Strindberg, dan Gerhart Hauptmann; (2) sosial, seperti Georg Simmel, Max Weber, Ernst Bloch, dan Stefan George; dan (3) filsafat, seperti Plato, Kant, Hegel, Marx, dan para Marxis, Kierkegaard, Dilthey, dan Dostoyevsky. Kemudian ia berkenalan dan berpengaruh secara timbal balik dengan tokoh- tokoh seperti Karl Mannheim, Béla Bartók, Béla Balázs, dan Karl Polanyi.

Dalam bidang praksis, Lukács meraih posisi menteri kebudayaan seusai Revolusi Hongaria 1956, yang akan menentukan keterlibatannya dalam politik praktis maupun perkembangan intelektual di bidang ilmu sosial dan sastra di masa- masa mendatang.

Pemimpin Partai Komunis

Dalam terang Perang Dunia I dan Revolusi Rusia 1917, Lukács menjadi seorang Marxis yang setia dan bergabung dengan Partai Komunis Hongaria. Selama periode Republik Dewan Hongaria, ia menjadi pemimpin Partai Buruh dan komisaris politik dari Divisi Kelima Tentara Merah Hongaria. Sesudah Republik Dewan Hongaria runtuh, Lukács lari dari Hongaria ke Wina. Ia tertangkap, tetapi dibebaskan atas jasa sejumlah penulis, seperti Thomas dan Heinrich Mann. Thomas Mann adalah tokoh Naptha dalam novel Lukács berjudul The Magic Mountain. Selama di Wina dalam tahun 1920-an,

Lukács bersahabat dengan kaum komunis kiri lainnya, seperti Victor Serge, Adolf Joffe, dan Antonio Gramsci. Lukács akhirnya mengembangkan pemikiran Lenin dalam ranah filsafat. Karya utamanya dalam periode ini adalah kumpulan karangan yang dihimpun dalam karya opus magnum History and Class Consciousness, yang untuk pertama kali diterbitkan dalam tahun 1923.

Dalam esai ini, ia menampilkan apa yang disebut Lenin dengan istilah “kaum kiri ultra” yang secara argumentatif jauh lebih meyakinkan daripada pemikiran Lenin sendiri. Bersamaan dengan karya Karl Korsch, buku Lukács diserang dalam Kongres Komintern V dalam bulan Juli 1924 oleh Grigory Zinoviev. Sedikit sesudah Lenin meninggal pada tahun 1924, Lukács menerbitkan sebuah karya pendek tentang Lenin berjudul Lenin: A Study in the Unity of His Thought. Dalam tahun 1925, ia menerbitkan pandangan kritik mengenai karya Nikolai Bukharin tentang materialisme historis.

Sebagai seorang pelarian politik Hongaria, ia tetap mengikuti perkembangan politik Hongaria dan tetap aktif mendukung sayap kiri Partai Komunis Hongaria dan melawan program Béla Kun, dukungan Moskwa. la menyerukan penurunan rezim antirevolusi pimpinan Admiral Horthy melalui strategi yang mirip dengan Front Rakyat 1930-an.

Ia menyerukan kediktatoran proletariat dan kaum tani sebagai tahap peralihan menuju kediktatoran proletariat. Strategi Lukács dihujat oleh Komintern dan dengan demikian ia mengubah kembali haluan dari gerakan politik praktis menjadi karya teoretis.

Neo-Marxisme

Pembicaraan György Lukács mengenai realitas sosial memasuki bidang ontologi untuk mempertanggungjawabkan kesalahpahaman orang mengenai pemikirannya tentang realisme sekaligus menjelaskan mengapa ia mulai meninggalkan seluruh pandangan filosofisnya tentang Marxisme dalam The History of Class Consciousness.

Mula-mula konsep realitas bagi Lukács adalah pengalaman langsung, yang bersifat sosial. Dengan kata lain, realitas adalah kesadaran kelas yang menentukan cara orang berpikir dan bertindak. Dalam dialektika materialisme, realitas adalah kesadaran kelas proletariat. Kesadaran kelas proletariat harus dipahami untuk mengatasi reifikasi. Alasannya adalah reifikasi merupakan pengobjekan tenaga kerja proletar dalam sistem ekonomi kapitalis.

Kesadaran kelas proletariat penting untuk melepaskan ikatan kapitalisme terhadap manusia sebagai objek eksploitasi yang melipatgandakan keuntungan dan modal bagi kelas atas. Kenyataan sosial ini tidak disadari oleh karya sastra dan estetika modern, yang menggarap rasionalitas subjek dalam ekspresi seni dan estetika sehingga mendukung langgengnya kapitalisme.

Seni dan estetika harus dikembalikan pada hakikatnya, yaitu merefleksikan kenyataan sebagai realitas sosial. Konsep modernis dalam karya sastra dan estetika mempresentasikan totalitas dalam kemasan seni dan estetika subjektif sehingga menjauhkan seni dan estetika dari hakikatnya sebagai representasi kebenaran sosial. Totalitas yang diperjuangkan Marxisme adalah fotalitas kelas sosial proletariat.

Di sini letak pembalikan Lukács untuk mereformasi paham totalitas atas realitas dengan maksud menghindari pemujaan berhala terhadap Hegel dalam bahasa yang lain. Artinya, apabila totalitas dipahami sebagai refleksi sosial atas kelas proletariat, maka Lukács hanya menggantikan Roh Absolut dalam filsafat Hegel sebagai pencapaian tertinggi dialektika materialisme.

Padahal, Marxisme mau mengatasi logika Hegelian secara tuntas. Lukács yang mengagumi Lenin dengan seluruh jiwa raganya terperangkap kenyataan bahwa totalitas realitas dalam konsep Roh Absolut Hegel hanya bisa diturunkan Lukács menjadi kesadaran kelas proletariat dan dikukuhkan oleh Leninisme sebagai kediktatoran kelas proletariat industri dalam wujud Partai Komunis Rusia.

Ontologi realitas sosial dalam kemasan ilmiah History and Class Consciousness tetap menyimpan misteri untuk mengartikan Marxisme secara komprehensif sebagai sebuah sistem ilmiah untuk mengatasi sungguh-sungguh kapitalisme dalam praksis sosial, ekonomi, dan politik, meskipun pemikiran Lukács disebut sebagai referensi pemikiran neo-Marxis dan Teori Kritis sepanjang abad XX ini.

 200 total views,  2 views today

Redaksi

Mengeja Indonesia adalah sebuah gerakan yang otonom dan nirlaba, mengangkat isu-isu fundamental bangsa.

Add comment

Highlight option

Turn on the "highlight" option for any widget, to get an alternative styling like this. You can change the colors for highlighted widgets in the theme options. See more examples below.

Flag Counter