Mengeja Indonesia

Materialisme Dialektik, Historis dan Kontradiksi dalam Kapitalisme3 min read

Bacaan kemanusiaan Marx dimulai dengan diskusi tentang Materialisme Dialektik dan Materialisme Historis. Dibandingkan dengan sudut pandang yang berkembang di Jerman yang dipengaruhi oleh idealisme saat itu, pembahasan keduanya akan membentuk sudut pandang realitas (metafisis) yang sangat unik. Konsep materialisme dialektik dan materialisme sejarah tidak pernah lepas dari latar humanistik.

Pemahaman materialisme dialektis adalah tentang kemungkinan manusia mencapai pemahaman yang lebih tepat dan komprehensif tentang realitas. Pada saat yang sama, materialisme sejarah mengambil tema gerakan sejarah (manusia) dan berakar pada produksi dan distribusi objek material. Marx percaya bahwa realitas dijelaskan dalam hubungannya dengan dunia sosial manusia atau yang disebut hubungan sosial.

Konsep materialisme dialektik dan materialisme historis tidak pernah lepas dari konteks manusia. Pemahaman materialisme dialektis adalah tentang kemungkinan manusia mencapai pemahaman yang lebih tepat dan komprehensif tentang realitas. Pada saat yang sama, materialisme historis mengambil tema gerakan sejarah (manusia) dan berakar pada produksi dan distribusi objek material. Marx percaya bahwa realitas dijelaskan dalam hubungannya dengan dunia sosial manusia atau yang disebut hubungan sosial.

Dialektika menjadi titik awal Marx. Pandangan dialektika ini adalah konsep yang dikemukakan oleh Hegel. Dialektika adalah upaya memahami realitas dengan mengelilingi prinsip kontradiksi. Realitas selalu dipahami sebagai rangkaian: tesis-antitesis-sentesis. Filsafat dialektis mempelajari perkembangan hal-hal yang kontradiktif untuk memperoleh dan mengembangkan pemahaman rasional. Perubahan historis didorong oleh pemahaman tentang kontradiksi, atau upaya kita untuk menyelesaikan dan mengembangkan kontradiksi.

Namun, Marx tidak sepenuhnya mengadopsi sistem dialektika Hegel. Pemikiran Marx diilhami oleh perjumpaannya dengan penderitaan dan ketidakadilan dalam struktur sosial. Marx membuat beberapa kritik besar terhadap pandangan Hegel. Kritik pertama adalah tentang negara. Kritik terhadap negaranya disampaikan dalam beberapa karyanya. Kritik terhadap negara diikuti dengan kritik terhadap masyarakat kapitalis. Dasar kritik Marx adalah realitas sosial.

Misalnya, kritik terhadap negara berasal dari sebuah pertemuan, dan pertemuan ini sebenarnya bertentangan dengan ekspresi Nation State yang hebat dan baik (terutama Prussia). Sikap Hegelian dan Hegelian kanan yang cenderung memuji pemerintahan Prussia, juga mendukung keyakinan bahwa negara Prussia merupakan salah satu puncak dialektika. Prussia yang dipuji oleh Hegel dianggap sebagai negara yang sangat nyata dan rasional.

Pada saat yang sama, Marx benar-benar menemukan kenyataan yang bertentangan dengan gagasan ini. Marx semakin percaya bahwa dialektika tidak bisa berhenti pada ranah pemikiran (idealism) melalui relasi internal pemikiran, tetapi harus datang dari realitas. Kontradiksi-kontradiksi akan semakin jelas ketika ditemukan dalam realitas materialnya.

Kritik Marx terhadap masyarakat didasarkan pada model dialektis Hegel. Namun, Marx memiliki interpretasi yang berbeda tentang dialektika. Pemikiran Hegel tentang dialektika kontradiktif, karena terdapat potensi revolusioner yang pada akhirnya dapat mengarah pada kesimpulan konservatif. Sebagai anggota Hegelian kiri, Marx memiliki interpretasi yang berbeda dalam membaca dialektika. Di mata kaum Hegelian, pusat-kiri dialektika adalah prinsip kontradiksi, yang bersumber dari realitas objektif.

Kaum Hegelian di kiri memahami bahwa kontradiksi (antithesis) tidak hanya datang dari ranah pemikiran, tetapi dari realitas material. Bagi Marx kerangka ideologis Hegel, yang dianggap hanya dalam ranah pemikiran, menjebak rasionalitas dalam “cangkang misterius” (mystical shell). Inti rasional harus diselamatkan dari cangkang misterius ini. Dialektika Hegel dapat dijelaskan sebagai potensi perubahan sosial. Kaum Hegelis kiri, terutama Marx, percaya bahwa dialektika historis tidak hanya akan mandek dalam konsep ideologis, tetapi harus diwujudkan melalui perjuangan dan praktik sosial untuk membangun masyarakat yang lebih rasional.

Materialisme historis Marx berakar pada pemahaman Marx tentang gerakan sejarah. Menurut Marx, sejarah adalah sejarah perjuangan kelas (Manifesto of the Communist Party). Perubahan historis adalah hasil dari perjuangan kelas-kelas untuk gerakan pembebasan.

 202 total views,  8 views today

Redaksi

Mengeja Indonesia adalah sebuah gerakan yang otonom dan nirlaba, mengangkat isu-isu fundamental bangsa.

2 comments

Highlight option

Turn on the "highlight" option for any widget, to get an alternative styling like this. You can change the colors for highlighted widgets in the theme options. See more examples below.

Flag Counter