Cantik Itu Laku
Bilamana kita melihat sinopsis “Cantik Itu Luka” yang dipenai oleh Kang Eka Kurniawan, setebal dengan 496 halaman tersebut, maka dapat kita simpulkan perempuan sebagai makhluk kelas dua, dan laki-laki sebagai makhluk kelas pertama, tentu saja dapat dimaknai perempuan sebagai “makhluk setengah manusia” dan laki-laki sebagai “makhluk seutuhnya”. Kendati demikian, saya tidak mendefenisikan posisi perempuan yang […]


