Mengeja Indonesia adalah sebuah gerakan yang otonom dan nirlaba, mengangkat isu-isu fundamental bangsa.

Tantangan Marxis: Negara sebagai Aspek Pemerintahan Kelas

Marxisme adalah sebuah teori yang masyarakat-sentris. Oleh karena itu, Marxis berkecimpung pada bagaimana ketidaksetaraan masyarakat sipil membentuk hakikat negara. Perkembangan kapitalisme industri, alih-alih perilaku negara, diidentifikasi sebagai kekuatan pendorong utama di balik perubahan sosial. Tindakan politik individu dipahami dalam hubungannya dengan cara produksi kapitalis, sebagai anggota kelas sosial, dan bukannya sebagai warga negara. Oleh karena […]

Mengapa Aidit Terlibat dalam G30S?

Kian menjadi umum untuk menjelaskan keruntuhan PKI dengan menyatakan bahwa Aidit mengkhianati partai dan pergerakan ketika secara rahasia ia terlibat dalam Gerakan 30 September (G30S). Tetapi untuk sampai pada pernyataan demikian, orang menghindar dari persoalan lebih mendasar: mengapa Aidit melíbatkan diri dalam G30S? Argumen utama menunjuk bahwa keterlibatan Aídit bersifat rasional, mengingat strategi partai tidak […]

Catatan Kritis Marxisme

Hal yang penting dari Korsch adalah teori mengenai Marxisme sebagai sebuah pemikiran sistematis, bukan pemikiran yang dilakukan sekadar demi memenuhi sebuah sistem teori pengetahuan umum (kritiknya terhadap Kautsky dan Mach). Bagi Korsch, Marxisme bukanlah sebuah proses dialektik yang bertujuan membuat verifikasi atas hukum universal sebagaimana sosiologi dan ilmu ekonomi, yang dikembangkan oleh para pendukung ilmu […]

Krisis Marxisme

Penyimpangan Marxisme dari filsafat Hegel menimbulkan krisis yang serius dalam gerakan Marxisme. Oleh sebab itu, Lenin dalam On the Significance of Militant Materialism harus dijadikan sumber inspirasi untuk mengorganisasi secara sistematis sebuah studi tentang Marxisme berdasarkan dialektika Hegelian menurut sudut pandang materialis. Menurut Korsch, Hegel dalam filsafatnya menampilkan pada level pikiran apa yang riil, yakni […]

Marxisme dan Filsafat

Korsch menulis Marxism and Philosophy (1923)[1] dengan tujuan membuat klarifikasi atas pemahaman yang benar tentang Marxisme.[2] Dalam artikelnya yang berjudul “What is Socialization? A Program of Practical Socialism“, Korsch menguraikan prinsip-prinsip filosofis yang mendasarkan pemahaman dan praksis Marxisme secara tepat. Dengan itu, Korsch mau mengembalikan Marxisme dalam ranah filsafat dengan menolak pemahaman dan praksis Marxisme […]

Kritik Satra: Realisme Versus Subjektivisme

Selain sebagai pemikir dan aktivis politik Marxis, György Lukács adalah juga seorang kritikus sastra yang terkemuka dalam abad XX. Karya sastranya yang penting dalam kritik sastra dimulai lebih awal dari karier politiknya. The Theory of the Novel merupakan karya seminal dalam teori sastra dan teori tentang jenis (genre) sastra. Buku ini merupakan teori tentang sejarah […]

Teori Pengetahuan Immanuel Kant

Keluar dari pembicaraan mengenai latar belakang budaya dan intelektual Jerman, ada seorang genius, yakni Immanuel Kant (1724–1804) yang pertama kalinya mengemukakan jawaban filosofis atas skeptisme Hume. Namun, jawaban Kant atas Hume juga berlaku untuk hal lain, Jawaban itu berisi salah satu manuver besar dalam filsafat, sebuah pergeseran menuju cara pandang batu atas keseluruhan filsafat. Karva […]

Teori Pengetahuan: Metode Keraguan: Skeptisme

Namun, bagaimana aku bisa menemukan keyakinan semacam ini? tanya Descartes. Dan dia menjawab: dengan metode keraguan. Perilaku ragu ini sudah membudaya dalam era transisi pada abad XVII, dengan keyakinan lama dan filsafat yang kehilangan kredibilitasnya serta teori ilmiah baru yang diserang dan belum dikukuhkan dalam landasan filsafat yang kuat. Descartes juga menggunakan metode keraguan. Namun, […]

Pertanyaan yang Tak Bisa Dihindari dari Filsafat

Apakah Anda kadangkala bertanya, apa itu kenyataan dan apa itu penampakan lahiriah? Apakah benda materi ini, batu ini, nyata? Apakah dunia adalah benda fisik yang nyata, dunia di mana sapi-sapi digembalakan di tanah lapang yaitu di bawah langit biru musim panas? Apakah jalan-jalan kota itu nyata, toko dan gedung perkantoran antrean mobil dan bus, orang-orang […]

Filsafat Socrates

Socrates tidak mau mengkompromikan pandangannya yang disumbangkan pada masyarakat Athena. Melarikan diri atau memohon hukuman maupun denda, meski mudah, akan menjadi pengakuan bersalah. Apalagi, ketiga sahabatnya memohon kepadanya untuk mengatur pelariannya, dia menyangkal bahwa itu merupakan hal yang benar dan bermoral, karena setiap warga negara secara implisit telah berada dalam kontrak sosial untuk mematuhi hukumannya […]

More posts