Mengeja Indonesia adalah sebuah gerakan yang otonom dan nirlaba, mengangkat isu-isu fundamental bangsa.

5 Pertanyaan Besar tentang Filsafat yang Masih Menjadi Perdebatan

Ilmu filsafat mencakup kajian segala hal; mulai dari pengetahuan, seni, bahasa, dan hakikat keberadaan itu sendiri, hingga dilema moral, etika, dan politik. Berasal dari kata Yunani philosophia yang secara harfiah berarti “cinta akan kebijaksanaan”, tidak banyak hal yang belum diperdebatkan oleh para filosof selama bertahun-tahun. Meskipun demikian, masih banyak debat kunci dan misteri filosofis besar […]

Refleksi Kepemimpinan dan Krisis Representasi: Pelajaran dari Edmund Burke untuk Demokrasi Modern

Bahkan hanya 40 tahun yang lalu, partisipasi pemilu dengan skala yang kita saksikan pada tahun 2024 akan terasa tidak terpikirkan. Lebih dari setengah populasi dunia tinggal di negara-negara yang akan mengadakan (atau sudah mengadakan) pemilu tahun ini. Namun, tahun pemilu yang besar ini akan berlangsung di tengah kegelisahan mendalam tentang kondisi demokrasi. Jumlah demokrasi menurun, […]

Mengapa Memproduksi? Resiprokal Komunal vs. Pasar

Seperti yang diamati oleh Adam Smith, dalam kapitalisme “bukan karena kemurahan hati dari tukang daging, pembuat bir, atau tukang roti yang kita harapkan makan malam kita, tetapi karena mereka memperhatikan kepentingan mereka sendiri” (Buku 1, Bab 2). Tukang roti memberikan roti hanya karena Anda membayarnya. Hilangkan pembayaran, dan ia akan menghilangkan roti. Begitulah cara kerja […]

Refleksi dan Emansipasi: Warisan Intelektual Sekolah Frankfurt

Sekolah Frankfut dikenal sebagai pencetus gerakan pemikiran kritis dalam masyarakat yang mulai menarik perhatian di Jerman, khususnya setelah Perang Dunia II. Tokoh-tokoh penting seperti Horkheimer, Adorno, Fromm, dan Habermas menjadi bagian dari kelompok ini. Di antara mereka, Horkheimer memainkan peran penting dengan teorisinya tentang rasionalitas manusia yang berpotensi menjadi ancaman. Dia juga mengemukakan bahwa upaya […]

Panduan untuk Pemilih Tanpa KTP Elektronik dalam Pemilu 2024

Pemilu 2024 di Indonesia menandai momen penting bagi pemilih pemula, termasuk mereka yang baru pertama kali berpartisipasi dalam proses demokrasi ini. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa setiap warga negara, termasuk pemilih pemula, dapat menggunakan hak pilih mereka, bahkan jika mereka belum memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el). Ini merupakan langkah […]

Tata Cara di TPS: Panduan untuk Pemilih dalam Pemilu 2024

Indonesia akan menyaksikan sebuah pesta demokrasi di mana jutaan warga negara yang memenuhi syarat akan menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak pilih mereka. TPS, sebagai pusat kegiatan pemilu, dirancang untuk memastikan proses pemungutan suara berjalan lancar, adil, dan transparan. Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 66 Tahun 2024 mengatur berbagai aspek penting terkait […]

Demokrasi dalam Ironi: Dari Sorak Sorai Dukungan ke Gelombang Kritik Akademisi

Dalam panorama politik Indonesia, transisi sikap terhadap Presiden Joko Widodo dari tahun 2019 ke 2024 menggambarkan ironi yang mencengangkan. Pada 2019, euforia dukungan mengalir deras dari alumni perguruan tinggi, yang dengan bangga menggelar deklarasi dukungan untuk Jokowi, mengharapkan kepemimpinan yang akan melanjutkan transformasi Indonesia. Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, yang menjadi saksi bisu deklarasi tersebut, […]

Meneguhkan Netralitas dan Etika Politik Pemilu 2024

Etika politik dan demokrasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 tidak hanya menjadi sebuah tema penting dalam diskursus politik Indonesia, tetapi juga sebuah prasyarat mutlak untuk memastikan integritas dan legitimasi dari proses demokrasi itu sendiri. Di tengah kemelut politik yang seringkali dipenuhi dengan manuver-manuver strategis, pentingnya menjaga etika politik seringkali terlupakan, yang pada akhirnya dapat merusak […]

Pluralisme: Liberalisme yang Bangkit Kembali?

Dalam periode pasca-perang, para sosiolog politik yang simpati terhadap liberalisme berusaha mengemukakan kembali dan niemperbaharui ajaran sentralnya. Pluralisme bertujuan untuk menggambarkan relasi kuasa yang aktual dalam masyarakat liberal, dan juga secara normatif mengakui hakikat relasi yang dianggap demokratis ini. Para pemikir pluralis klasik seperti Dahl dan Truman menyatakan bahwa teori Marxisme maupun elit itu salah […]

Teori Elite: Negara sebagai Aspek Kekuasaan Elite

Sesungguhnya, ancaman sosialisme otoriter-lah yang menjadikan para teoretisi elite menolak dengan keras teori Marxis maupun resep liberal tentang hubungan negara-masyarakat sipil. Menurut para teoretisi elite, kedua teori tadi mengandung ancaman logika egalitarian yang mengabaikan realitas sejarah. Mosca salah satu teoretisi elite terkemuka, menjelaskan ‘realitas’ ini sebagai berikut; Orang yang memegang dan menggunakan kekuasaan negara selalu […]

More posts